Article: Arti Dress Code, Jenis-Jenis, dan Tips Styling agar Tidak Salah Kostum

Arti Dress Code, Jenis-Jenis, dan Tips Styling agar Tidak Salah Kostum
Istilah dress code hampir selalu muncul di berbagai acara, mulai dari kondangan, reuni, sampai acara kantor. Akan tetapi, tidak semua orang benar-benar paham apa artinya.
Akibatnya, banyak yang akhirnya hanya menebak-nebak. Ada yang datang dengan outfit yang terlalu santai ke acara resmi, ada juga yang terlalu rapi ke acara yang suasananya santai.
Supaya kamu tidak perlu menebak lagi, yuk kenali dulu arti dress code, apa saja jenisnya, dan panduan mix and match-nya.
Apa Itu Dress Code dan Mengapa Penting?
Apa Arti Dress Code?
Dress code adalah aturan berpakaian untuk acara atau tempat tertentu. Isinya bisa soal seberapa resmi busananya, warna yang dipakai, atau gaya yang diminta.
Dalam bahasa Indonesia, dress code sering disebut kode busana. Tujuannya supaya semua yang hadir tampil sesuai dengan suasana acara.
Fungsi Dress Code
Dress code punya tiga fungsi utama:
- Membuat suasana acara terlihat kompak dan rapi, termasuk di foto bersama.
- Menunjukkan sikap menghargai tuan rumah dan tamu lain.
- Memberi patokan, jadi kamu lebih percaya diri saat memilih baju.
Di Mana Saja Dress Code Berlaku?
Dress code tidak hanya ada di undangan pernikahan. Kantor, sekolah, restoran fine dining, sampai tempat ibadah juga punya aturan berpakaiannya sendiri.
7 Jenis Dress Code Populer dan Aturan Mainnya
Setiap dress code punya tingkat keresmian yang berbeda. Berikut tujuh yang paling sering muncul di undangan, lengkap dengan contoh penerapannya untuk modest style.
1. Formal atau Black Tie
Black tie adalah dress code paling resmi, biasanya untuk gala dinner atau resepsi malam yang mewah. Laki-laki umumnya memakai tuksedo, sementara perempuan memakai gaun panjang.
Untuk modest style hijab, pilih long dress atau gamis dari bahan yang jatuh, seperti satin, crepe, atau pleats. Potongan yang sopan dengan detail halus saja sudah terlihat elegan.

2. Cocktail
Cocktail termasuk semi-formal dan sering muncul untuk acara sore atau malam, seperti resepsi pernikahan atau peluncuran produk. Panjang busananya biasanya selutut sampai midi.
Untuk modest style, kamu bisa memakai midi dress lengan panjang atau blouse dengan rok plisket. Detail seperti pleats atau beads sudah cukup memberi kesan spesial.
3. Business Casual
Business casual adalah gaya kantor yang rapi tapi tidak sekaku business formal. Blouse, kemeja, celana bahan, dan rok panjang termasuk pilihan yang aman.
Hindari kaus oblong, sandal jepit, dan celana robek. Warna netral seperti hitam, navy, dan krem paling mudah dipadukan.
4. Smart Casual
Smart casual ada di antara santai dan rapi. Cocok untuk meeting santai, kuliah, makan siang bisnis, atau hangout di kafe.
Contohnya blazer dengan inner polos dan wide-leg pants. Tambahkan loafers atau flat shoes supaya tampilannya rapi tapi tidak terlalu resmi.
5. Casual Chic
Casual chic adalah gaya santai yang tetap terlihat tertata, cocok untuk brunch, arisan, atau kumpul keluarga. Kuncinya ada di potongan dan padu padan, bukan sekadar kaus dan celana.
Knit top, culotte, dan cardigan adalah kombinasi yang mudah dicoba. Lengkapi dengan aksesori seperti kalung atau tas kecil agar tampilannya makin manis.

6. Dress Code Tema Warna (Earth Tone, Pastel, Monokrom)
Earth tone berarti warna-warna tanah seperti cokelat, krem, olive, dan terakota, yang sering dipakai untuk garden party.
Pastel berarti warna lembut seperti soft pink, sage, dan lilac. Monokrom berarti satu warna dari atas sampai bawah, misalnya serba putih untuk pengajian atau halal bihalal.
Supaya tidak terlihat datar, mainkan gradasi dan tekstur dalam satu keluarga warna.
7. Dress Code Tradisional (Batik, Kebaya, atau Busana Adat)
Batik biasa dipilih menjadi dress code untuk acara kantor maupun kondangan, sedangkan kebaya biasanya dipilih untuk acara yang lebih resmi atau event tertentu.
Keduanya bisa dipadukan dengan outer atau hijab yang warnanya senada. Hasilnya tetap sopan dan anggun.
Panduan Menyesuaikan Dress Code dengan Hijab Style
Semua jenis dress code di atas bisa diterapkan untuk hijab style. Kuncinya ada pada pilihan hijab dan warna yang tepat.
- Formal dan Semi-Formal
Untuk acara formal, pilih hijab yang membuat outfit terlihat utuh, bukan yang bertabrakan. Pashmina atau satin dengan warna senada biasanya paling aman.
- Smart Casual
Hijab segi empat dengan model simpel sudah pas untuk smart casual. Pilih warna netral supaya mudah dipadukan dengan blazer atau blouse.
- Dress Code Tema Warna
Saat undangan meminta warna tertentu, jadikan hijab sebagai penyambung warna. Pilih yang senada dengan rok atau outer, lalu biarkan item lain tetap netral.
Dengan cara ini, kamu tetap sesuai tema tanpa harus beli satu set baru.
Tips Praktis Memilih Hijab untuk Semua Dress Code
Beberapa patokan ini bisa dipakai untuk hampir semua acara:
- Pilih bahan sesuai suasana, misalnya voal untuk harian dan satin untuk acara malam.
- Pilih model yang nyaman dan mudah dirapikan, supaya tidak perlu dibetulkan berkali-kali.
- Pakai inner yang senada agar bagian leher dan dada tetap rapi.
Tips Memilih Outfit Sesuai Tema Undangan
Setelah paham dress code-nya, saatnya memilih baju yang pas untuk acaramu.
Berikut panduan singkat untuk empat acara yang paling sering didatangi, lengkap dengan contoh padu padannya.
A. Undangan Pernikahan
Untuk kondangan, pilih busana semi-formal dengan warna yang mengikuti tema undangan. Bahan yang jatuh dan potongan yang rapi akan tetap terlihat pantas dari akad sampai resepsi.
Misalnya, Velora Skirt bisa kamu padukan dengan blouse yang warnanya senada.
B. Pengajian dan Halal Bihalal
Karena biasanya duduk cukup lama, pilih busana yang sopan dan tetap nyaman dipakai. Perhatikan juga panjang lengan dan bawahannya supaya kamu leluasa saat duduk bersimpuh.
Yura Set bisa jadi referensi yang pas untuk acara seperti ini.

C. Acara Kantor dan Meeting
Untuk acara kantor atau meeting, pilih busana yang rapi tapi tetap nyaman dipakai seharian. Warna netral seperti hitam, krem, atau abu-abu paling aman karena mudah dipadukan dan memberi kesan profesional.
Kamu bisa memasangkan Smokiss Blouse dengan celana bahan polos berwarna hitam atau krem. Untuk tampilan hijab, lengkapi dengan hijab segi empat yang warnanya senada supaya penampilan terlihat serasi.
D. Gathering dan Hangout
Untuk acara santai, pilih potongan longgar dari bahan yang adem. Dengan begitu, kamu tetap nyaman bergerak tanpa terlihat asal-asalan.
Kamu bisa memakai Thai Cullote sebagai bawahan, lalu padukan dengan atasan polos supaya tetap rapi.
Yang Sering Ditanyakan Seputar Dress Code
1. Apakah Dress Code Wajib Diikuti?
Untuk acara pribadi seperti kondangan, biasanya tidak ada sanksi kalau kamu tidak mengikutinya. Namun, restoran fine dining atau acara resmi bisa saja menolak tamu yang berpakaian tidak sesuai. Karena itu, lebih baik tetap diikuti demi menghargai penyelenggara.
2. Apa Bedanya Smart Casual dengan Business Casual?
Perbedaannya ada pada tingkat kerapian. Business casual lebih rapi dan cocok untuk suasana kantor, sedangkan smart casual lebih santai sehingga sneakers bersih atau knit top pun masih boleh dipakai.
3. Bagaimana Jika Undangan Tidak Mencantumkan Dress Code?
Cara termudah adalah bertanya langsung ke penyelenggara atau teman yang juga hadir. Kalau tidak sempat, lihat jenis acara dan lokasinya, lalu pilih busana semi-formal berwarna netral.
Temukan Outfit Dress Code Terbaikmu di Gonegani
Sekarang kamu sudah tahu arti dress code dan jenis-jenisnya. Jadi kalau nanti ada undangan dengan keterangan dress code, kamu tidak perlu bingung lagi memilih baju.
Kalau sedang mencari baju untuk yang sesuai dress code untuk acara, kamu bisa mampir ke website resmi Gonegani di gonegani.id.

